Sabtu, 14 Mei 2011

MENCOCOKKAN

Dedi ketahuan mencontek, oleh karena itu Bu Guru memarahinya habis-habisan.
"Dedi! Kamu mencontek ya!"
"Saya tidak mencontek kok, Bu" jawab Dedi.
"Lho, jelas-jelas ketangkap basah, masih tidak mengaku juga!" kata Bu Guru marah.
"Maaf, Bu. Saya benar-benar tidak mencontek," elak Dedi
"Lalu apa yang kamu lakukan tadi?" cecar Bu Guru
"Saya hanya mencocokkan jawaban yang saya tulis dengan catatan yang saya bawa dari rumah. Hanya itu saja kok, Bu." jawab Dedi tanpa dosa.

Sumber : http://humor.sabda.org/

7 KIAT BEKERJA DARI AMSAL SALOMO.

1. Andalkan Tuhan

Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." 

Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

2. Carilah pengetahuan

Amsal 19:2 berkata, "Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik ; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". 
Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari. Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.

Amsal 19:20 menambahkan, "Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan."

3. Rajin dan cekatan

Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan dan kenaikan gaji.

Amsal 10:4 berkata, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya". 

Amsal 14:23"Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."

4.Berlakulah jujur dan benar

Amsal 16:8 berkata, "Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan".

Amsal 10:9 berkata, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui ".

Amsal 10:16 menambahkan, "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa." 

5.Jaga mulut

Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan Ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor.

Amsal 21:23 berkata, "Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran".

Amsal 10:19 menambahkan, "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." 

6. Sabar dan tenang

Amsal 16:32 berkata, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota".

Amsal 14:30 menambahkan, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."

7. Jangan ingin cepat kaya

Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah :
1. Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini;
2. Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa;
3. Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.

Amsal 10:22 berkata, "Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya," 

Amsal 13:11 menambahkan, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya."


Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com/2008/01/7-kiat-bekerja-dari-amsal-salomo.html

Melatih Kesabaran


Mazmur 105:19
Sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji Tuhan membenarkannya.

Ingatkah Anda kepada Yakub? Pemuda yang rela bekerja selama 7 tahun di rumah Laban hanya untuk mendapatkan Rahel. Tetapi karena Laban berbuat curang, dengan memberi Lea kepada Yakub dan bukan Rahel, maka Yakub pun harus bekerja selama 7 tahun lagi untuk Laban. Waktu 14 tahun bukanlah waktu yang singkat tetapi karena kesabarannya, akhirnya Yakub mendapatkan apa yang ia inginkan. 

Yusuf pun akhirnya menjadi orang nomor dua di Mesir berkat kesabarannya. Banyak penderitaan yang harus ia alami, mulai dari diperlakukan buruk olah kakak-kakaknya, dilempar ke sumur, dijual sebagai budak, sampai dimasukkan dalam penjara karena menolak keinginan istri Potifar. Yusuf mengalami rentetan kususahan yang begitu panjang seolah tidak akan pernah berakhir. Tetapi ketika sudah genap waktunya Tuhan, maka Ia pun mengangkat Yusuf sebagai penguasa atas seluruh tanah Mesir. 

Sama halnya dengan Daud. Perjuangannya untuk menjadi raja Israel dipenuhi oleh rintangan yang berat. Saul selalu mengejarnya tanpa henti dan berusaha membunuhnya. Mungkin bila saya yang menjadi Daud, saya akan berkata "Tuhan, katanya saya akan diangkat menjadi raja, tapi kok malah hidup sebagai buronan? Capek nih Tuhan!" 

Suka atau tidak, kita harus mengakui bahwa hidup merupakan periode menunggu. Seorang anak harus menunggu sampai cukup umur untuk memiliki KTP. Seorang yang sedang sekolah atau kuliah harus menunggu sampai ia berhasil menyelesaikan studinya dan mencapai gelar. Seorang karyawan harus menunggu dengan sabar sampai ia dipromosikan dan mendapat kenaikan gaji. Seorang ibu harus menunggu selama sembilan bulan untuk melahirkan bayinya dan sebagainya. 

Kesabaran bukan hanya berbicara tentang menunggu tetapi lebih berfokus kepada sikap kita pada saat menantikan janji Tuhan. Apakah kita akan bersungut-sungut atau bersukacita? Kita perlu meminta Roh Kudus memampukan kita untuk bersikap sabar. Bahkan Allah sendiri mau belajar bersikap sabar terhadap kelalaian, kelambatan dan kebodohan manusia. Jadi bagaimana mungkin kita tidak mau belajar bersabar? Jangan takut, ada Roh Kudus yang selalu menolong kita! 

Kesabaran adalah pohon yang pahit tetapi menghasilkan buah yang manis.


Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com/2009/01/melatih-kesabaran.html

CARA MENGUSIR KEKUATIRAN

Kekuatiran menguras tenaga kita. Mencuri damai sejahtera. Melemahkan iman. Itu sebabnya kita harus mewaspadai ‘musuh’ yang tak kelihatan ini. 

Satu-satunya cara mengusir kekuatiran adalah mengingat ayat Firman Tuhan, lalu melawan kekuatiran itu dengan mengucapkan ayat-ayat yang menguatkan kita. 

Doa juga merupakan senjata untuk membasmi kekuatiran! Pakailah senjata ini dengan baik. 

Musuh selalu ingin menembakkan panah-panah kuatir kepada kita. Namun ingatlah bahwa Ia adalah Allah yang baik dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Ia pasti menolong kita. 

Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
“Sebuah hari yang penuh kekuatiran lebih melelahkan dari pada sebuah hari yang penuh pekerjaan.” ~ John Lubbock


Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com/2010/06/cara-mengusir-kekuatiran.html

Bikin Seru Sekolah Minggumu

"Jangan bermain-main terus, ayo belajar." Kata-kata ini mungkin sering Anda dengar dari mulut orangtua. Pernyataan ini tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Dipandang dari sudut lain, bermain adalah proses belajar juga. Dengan bermain, seseorang mendapatkan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan tertentu.Permainan dapat menjadi sarana belajar yang baik karena aktivitas dalam permainan melibatkan lebih banyak indera manusia. Dalam teori psikologi, semakin banyak indera manusia terlibat di dalam pembelajaran, maka tingkat pemahaman dan ingatan akan pelajaran itu semakin baik.Sementara itu, dalam teori tentang pembelajaran, dikenal ada tiga gaya belajar manusia. 


Pertama, orang yang belajar secara visual. Dia lebih dapat memahami pengetahuan yang baru dengan cara melihat. Misalnya, menyaksikan demonstrasi, mengamati benda atau melihat gambar. Kedua, gaya orang yang belajar dengan mendengarkan. Dia lebih banyak menyerap informasi dengan mendengarkan suara dan penjelasan dari orang lain. Ketiga, orang yang mendapatkan pengetahuan setelah mempraktikkannya secara langsung. Kadangkala dia juga banyak belajar dari kesalahan yang dilakukan. Untuk itulah, kita perlu menyediakan berbagai metode supaya setiap partisipan mendapat kesempatan untuk belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Dalam hal ini permainan dapat memberikan berbagai variasi untuk variasi.Setiap orang memiliki bermacam-macam kecerdasan, tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. 


Hal demikian disampaikan oleh Prof. Howard Gardener saat melemparkan teori tentang "multiple intelligence" atau kecerdasan majemuk. Di dalam konsepnya, setiap orang memiliki banyak jenis kecerdasan, namun ada salah satu atau beberapa kecerdasan yang lebih menonjol. Sebagai contoh, ada anak yang kecerdasan logisnya lebih menonjol. Ada anak lain yang menunjukkan kemampuan luarbiasa di bidang musik. Itu sebabnya, seorang anak yang kesulitan dalam pelajaran berhitung tidak dapat dikatakan bahwa dia lebih bodoh daripada anak yang pandai dalam pelajaran berhitung. Bisa jadi anak ini memiliki kecerdasan yang menonjol di bidang lain. Itu sebabnya, Howard Gardener menganjurkan agar proses pembelajaran dilakukan melalui berbagai pendekatan dan metode sehingga mengasah berbagai jenis kecerdasan.


Cara Jitu Bikin Seru Sekolah Minggumu



Menurut Howard Gardener dalam setiap diri manusia ada 8 macam kecerdasan, yaitu:
1. Kecerdasan linguistik
2. Kecerdasan logis-matematis
3. Kecerdasan visual-spasial
4. Kecerdasan kinestetik
5. Kecerdasan musik
6. Kecerdasan interpersonal
7. Kecerdasan intrapersonal
8. Kecerdasan naturalis
***
Di dalam buku ini terdapat 77 permainan yang telah dibagi ke dalam 8 jenis kecerdasan. Permainan dalam buku ini dapat digunakan untuk memeriahkan suasana, memecahkan suasana yang beku di awal pertemuan dan menggairahkan kembali semangat partisipan yang mengalami kejemuan. Namun lebih dari itu, permainan tersebut juga dapat digunakan sebagai pemicu untuk mendiskusikan materi, pelajaran, pengetahuan atau informasi baru.Permainan dalam buku ini sengaja dirancang secara sederhana karena tidak memerlukan alat atau persiapan yang rumit. Bahkan ada beberapa permainan yang dapat dilakukan tanpa persiapan atau spontan. Saya berharap buku ini dapat menjadi "sahabat" bagi guru, pengajar sekolah minggu, trainer, pembicara motivasi, pemimpin kelompok sel, pembimbing remaja, penyelenggara outbond, dan siapa saja yang merindukan menciptakan suasana pertemuan menjadi meriah dan bermakna.Kritik, saran dan pujian saya nantikan di email saya: purnawank@gmail.com.

Cara Jitu Bikin Seru Sekolah Minggumu


Contoh Halaman Isi

Cara Jitu Bikin Seru Sekolah Minggumu


Sumber : http://purnawan-kristanto.blogspot.com/

Korban Fitnah


Seorang pengkhotbah muda nyaris menjadi korban fitnah dan prasangka buruk. Usianya baru menginjak 21 tahun, tetapi dia punya semangat menyala di dalam berkhotbah. Dia beberapa kali mengisi Kebhaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang besar. Meskipun bukan lulusan Sekolah Theologi, tapi hamba Tuhan yang masih muda ini bernaung di bawah naungan penginjil internasional Sammy Tippit.
Secara kerohanian dia memang sudah matang dan dewasa tetapi dia belum memiliki pacar. Usai KKR pada malam pertama, dia melayani konseling pada ruangan besar di dekat ruang belajar pastori. Lalu datanglah seorang wanita muda cantik yang memintanya untuk berbicara secara pribadi. Namanya Cindy. Hamba Tuhan ini lalu menyarankan agar dia meminta konseling pada konselor wanita, tapi Cindy ngotot hanya mau berbicara kepadanya. Bahkan dia rela menunggu hingga pengkhotbah muda ini selesai melayani yang lain.
Setelah satu jam menunggu, acara konseling itu pun selesai. Para konselor lainnya sudah meninggalkan ruangan. Tinggal hamba Tuhan bersama Cindy yang ada di ruangan itu. Beberapa menit kemudian, Cindy berlari keluar ruangan sambil berteriak,"Dia merayu saya! Dia mau mengajak saya untuk bercinta!"
Malam itu juga pendeta dari gereja tuan rumah bersama panitia KKR menyidang pengkhotbah muda ini. Mereka minta penjelasan apa yang sesungguhnya terjadi di ruangan itu. Pengkhotbah membantah tuduhan Cindy, tapi tampaknya sia-sia, karena selain tidak ada saksi mata, Cindy termasuk orang terpandang di gereja itu. Jemaat pasti lebih mempercayai ucapan wanita itu.
"Apa sebenarnya terjadi di rumah itu?" tanya pendeta.
"Saya merasa difitnah. Tapi apapun yang saya katakan, kemungkinan besar tidak dipercaya. Untuk itu, saya minta agar dipertemukan dengan penuduh saya itu," jawab pengkhotbah muda.
Pendeta dan majelis lainnya sepakat untuk menunda KKR. Mereka lalu mengundang Cindy dalam pertemuan berikutnya. Dua malam berikutnya, wanita muda ini datang bersama orangtuanya pada rapat Majelis tertutup.
Pendeta meminta Cindy menceritakan kejadiannya. Tapi ayahnya langsung menyela.
"Dia sudah menceritakan semuanya. Saya kira dia tidak perlu mengulanginya lagi," kata ayah Cindy dengan dingin. Istrinya mengiyakan.
"Kalau begitu, tolong ceritakan versi Anda apa yang terjadi pada malam itu," kata pendeta pada pengkhotbah tamu.
"Tidak ada gunanya saya bercerita," jawab pengkhotbah muda. "Hanya saya dan dia yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak bisa membela diri. Saya cuma bisa mengatakan ini: Cindy, kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi di ruangan itu dan apa yang tidak terjadi. Jika kamu tidak mengatakan yang sebenarnya, maka saya akan dihakimi dan tidak akan pernah bisa berkhotbah lagi. Ini akan merusak reputasi saya, gereja ini dan bahkan nama Tuhan. Jika saya memang berbuat, maka saya rela menerima diperlakukan apa saja. Tapi kita sama-sama tahu bahwa itu tidak benar. Saya memohon kepadamu demi nama Kristus, ceritakan yang sebenarnya." Ruangan itu menjadi sunyi. Semua mata tertuju pada Cindy. Tiba-tiba air mata menetes Cindy dari pipinya.
"Saya telah berbohong," kata Cindy dengan lirih,"dia tidak merayu saya. Sebenarnya saya lah yang merayu dia. Tapi karena dia tidak menanggapi, saya jadi malu dan kesal. Maka saya lalu membuat cerita bohong itu. Saya minta maaf"

Charles Spurgeon Jualan Telor


Charles Spurgeon dan istrinya, menurut cerita majalah "Chaplain", pernah menjual telur-telur yang dihasilkan oleh ayam peliharaannya. Bahkan kepada saudara dekat sekalipun mereka tidak memberikan telur itu, tetapi menjualnya. Beberapa orang menilai tindakan Spurgeon ini sebagai orang yang pelit dan tamak.

Namun Spurgeon dan istrinya menerima penilaian itu dengan lapang dada. Mereka tidak pernah membela diri atau sakit hati. Setelah Ny. Spurgeon meninggal dunia barulah terkuak tabir di balik "kepelitan" mereka ini. Semua hasil penjualan telur ini ternyata dipakai untuk menyokong hidup dua janda yang sudah tua. Karena Spurgeon tidak menghendaki tangan kirinya tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya (Mat. 6:3), mereka menerima cercaan itu dengan tabah.