Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2011

Batu Besar


Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri di depan kelas dan berkata, "Okay, sekarang waktunya untuk quiz." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar kepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?"
Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"

Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil-kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember, lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, "Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"

Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin belum."

"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"

"Belum!" Sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata, "Bagus, bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud ilustrasi ini?"

Seorang mahasiswa dengan bersemangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya adalah, tidak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya." "Oh bukan," sahut dosen, "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari ilustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila Anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka Anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."

Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup kita? Anak-anak Anda, pasangan Anda, pendidikan Anda. Hal-hal yang penting dalam hidup Anda, mengajarkan sesuatu pada orang lain, melakukan pekerjaan yang Anda cintai, waktu untuk diri sendiri, kesehatan Anda, teman Anda, atau semua yang berharga. Ingatlah untuk selalu untuk memasukkan "batu besar" pertama kali atau Anda akan kehilangan semuanya. Bila Anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup Anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian Anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya Anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri Anda sendiri: Apakah "batu besar" dalam hidup saya? Lalu kerjakan itu pertama kali.

Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com

Sumber 

Berkat Dan Kutuk Lewat Mulut

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya - Markus 11:23

Saya pernah membaca tentang sebuah artikel dimana seorang dokter melakukan "Terapi Wicara" pada pasien yang menderita depresi. Selain menerima pengobatan, dokter meminta pasien untuk mulai membuat deklarasi positif tentang hidupnya, mengatakan hal-hal seperti: "Saya memiliki masa depan. Orang-orang senang bersama saya. Hal baik akan datang."

Beberapa pasien depresi karena mereka menghadapi penyakit yang mengancam nyawa mereka dan membuat mereka kehilangan harapan. Untuk itu ketika dokter ditanya oleh mereka, "Apakah ada yang pernah selamat dari penyakit ini?" jawabannya selalu "Ya." Lalu mereka akan meneruskan dengan berkata, "Untuk itu saya minta Anda untuk terus mengatakan, ‘Saya akan sembuh. Saya akan menjadi salah satu orang yang berhasil mengalahkan penyakit ini.'"

Dan ketika para pasien mentaati perintah dokter tersebut, secara ajaib, banyak diantara mereka yang keluar dari depresi bahkan mengalami kesembuhan.

Tahukah Anda bahwa kata-kata Anda berkuasa?! Mari mulai mendeklarasikan hal-hal yang baik! Ucapkanlah berkat atas hidup Anda dan keluarga Anda. Sepanjang hari Anda ucapkan hal seperti ini, "Saya berkenan dihadapan Tuhan. Saya kuat dan sehat. Saya mampu mengerjakan apa yang harus saya kerjakan."

Tahukah Anda bahwa apa yang Anda katakan tentang diri Anda sendiri memiliki dampak terbesar lebih dari siapapun yang berkata-kata tentang Anda? Namun banyak orang lebih sering mengkritik dirinya sendiri. Mereka tidak menyaradari bahwa dengan melakukan hal tersebut mereka sedang mengutuk masa depan mereka sendiri. Kata-kata yang Anda ucapkan pada diri Anda masuk kedalam pikiran Anda. Jika kata-kata negatif yang Anda ucapkan akan menghasilkan rasa rendah diri. Dan yang terburuk adalah semua kata-kata negatif tersebut bisa menghancurkan rencana Allah dalam hidup Anda. 

Untuk itu, mulai saat ini berubahlah. Ubahlah kata-kata yang Anda ucapkan pada diri sendiri. Saat intimidasi datang, katakanlah pada diri Anda, "Saya adalah seorang pemenang, bahkan lebih dari pemenang! Allah menentukan saya untuk menjadi kepada dan bukan jadi ekor!"

Tidak cukup dengan memikirkannya, Anda harus ucapkan. Telinga Anda harus mendengarkan apa yang Anda katakan. Hal ini akan membantu Anda membangun iman Anda. 

Jika Anda sedang bergumul dengan masalah finansial, mulai katakan,"Allah adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Tuhan adalah penyediaku. Aku akan memberi dan bukannya meminta-minta. Tuhan menyediakan sebuah pekerjaan baik bagiku." Katakanlah hal itu, sampai iman Anda bangkit, dan tertanam dalam benak Anda. 

Sewaktu ibu Joel Osteen didiagnosa menderita kanker pada tahun 1981, dia membuat list 40 ayat tentang kesembuhan. Setiap hari, dia katakan ayat-ayat tersebut dan mengatakan hal-hal seperti, "Saya akan hidup dan tidak mati. Tuhan memberikan kesehatan pada saya. Dengan umur panjang Dia akan memuaskan saya."

Sekalipun beratnya hanya 89 pounds dan dokter memvonis bahwa dia hanya akan hidup beberapa minggu lagi, ibu Joel Osteen tidak mau melihat dirinya sebagai seseorang yang kalah dan akan mati. Sebaliknya, dia melihat dirinya sebagai seseorang yang terus bertumbuh kuat, berumur panjang, sehat, dan hidup bahagia. Kata-katanya membuat dia memiliki iman dan dipenuhi pengharapan. 

Sedikit demi sedikit dia mulai merasa lebih baik, dan bahkan, secara supranatural Tuhan menyembuhkannya! Hari ini, lebih dari 25 tahun kemudian, dia masih hidup dan bahkan mendoakan banyak orang untuk mengalami kesembuhan sama seperti yang pernah dialaminya. Bahkan sekarang, setiap kali dia keluar rumah, dia mengucapkan berkat atas hidupnya. 

Anda dapat melakukan hal yang sama seperti yang ibu Joel Osteen lakukan. Cari ayat Alkitab yang dapat diaplikasikan dengan keadaan Anda saat ini dan deklarasikan. Lakukanlah hal ini dalam hal-hal dimana Anda sering bergumul tentang itu. Jangan ijinkan kata-kata negatif keluar dari mulut Anda. Luangkan beberapa menit setiap hari untuk memberkati diri Anda sendiri, dan deklarasikan kemenangan. 

Ingatlah hal ini, UBAHLAH KATA-KATA ANDA, MAKA HIDUP ANDA AKAN BERUBAH, BAHKAN HAL ITU AKAN MENGUBAH MASA DEPAN ANDA.


Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com

Anugerah Khusus

Mazmur 32:6 - Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.


Seringkali ada kecenderungan pada orang-orang Kristen untuk tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan. Mereka baru sungguh-sungguh mencari saat mereka menghadapi krisis. Kita melihat pola yang sama ini terjadi pada bangsa Israel di Perjanjian Lama. Ini merupakan alasan utama mengapa banyak orang seolah-olah terus-menerus berada dalam krisis, seperti dikatakan dalam Matius 7:21-27:

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."


Seperti kita baca di ayat tersebut, hanya memanggil Yesus Tuhan tidak menjamin kita masuk ke dalam kerajaan surga. Kita harus melakukan kehendak-Nya. Memanggil-Nya Tuhan namun tidak melakukan kehendak-Nya berarti sama dengan orang yang tidak percaya. Bagaimana mungkin kita berkata bahwa kita benar-benar mengenal Raja segala raja yang mulia namun tidak pernah melakukan apa yang dikatakan-Nya? Mengetahui bahwa Dia adalah Allah, namun tidak mentaati-Nya sama saja dengan khayalan yang menipu diri sendiri. Khayalan ini telah menuntun ke dalam berbagai tragedi dan kegagalan saat seseorang harus menghadapi badai kehidupan.


Oleh sebab itu, salah satu pencarian utama kita seharusnya ialah untuk mendengar perkataan Tuhan. Sebagaimana kita diberi tahu dalam Yohanes 10:4, Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Dengan kata lain, jika kita tidak mengenal suara-Nya kita tidak akan mengikuti Dia. Tetapi mendengar perkataan-Nya dan mentaati-Nya adalah dua hal yang berbeda. Banyak orang yang bermegah karena mereka begitu baik dalam mendengar suara Tuhan, tetapi mereka tidak pernah melakukan apa yang difirmankan-Nya. Kita harus menunjukkan bahwa firman Tuhan merupakan harta kekayaan yang tidak terukur dan ternilai. Ketika Tuhan memberi kita petunjuk, kita harus terus mengingat dan merenungkannya, serta sering mengkaji ulang untuk melihat sejauh mana kita sudah menuruti petunjuk-petunjuk Raja kita.

Jika Anda bingung tentang cara mendengar suara Tuhan, maka kembalilah dan tinjau kembali hal-hal yang Anda ketahui sebagai kehendak Tuhan. Hal-hal tersebut seperti doa, membaca Alkitab, persekutuan dan semua petunjuk yang jelas diberikan kepada kita dalam Kitab Suci. Saat kita mentaati semua itu, kita akan mulai berjalan dalam terang, dan terang itu akan membuat jalan kita dan suara-Nya menjadi semakin jelas. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 4:18, Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Jika kita berada di jalan yang benar, segala sesuatu pasti menjadi lebih terang. Jika kita berada di jalan yang salah, maka segala sesuatunya akan menjadi semakin gelap dan semakin membingungkan. Jika jalan kita tidak menjadi semakin terang dan jelas setiap hari, maka berarti kita telah menyimpang dari jalan yang benar. Di dalam Tuhan, jalan yang salah tidak pernah menjadi jalan yang benar. Satu-satunya jalan bagi kita untuk kembali ke jalan yang benar ialah untuk kembali ke titik di mana kita membuat belokan yang salah. Itulah yang disebut dengan pertobatan.


Pertobatan bukan saja merupakan suatu tindakan yang baik; pertobatan adalah salah satu kebenaran Kristen terbesar. Bersama Kristus kita dapat kembali ke titik di mana kita membuat kesalahan, membereskannya, dan memulai kembali. Dalam Kisah Para Rasul 11:18, kita membaca tentang tanggapan orang-orang percaya Yahudi setelah mendengar kesaksian Petrus saat ia pergi ke rumah Kornelius, Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup." Tujuh kata yang paling kuat penekanannya dalam Kitab Suci ditemukan dalam ayat ini: "... Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup." Pertobatan adalah anugerah khusus yang Allah karuniakan, dan anugerah itu memimpin kepada hidup.


Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com

Roti Kehidupan Bagi Jiwa

Setiap kali kita makan, kita melakukan sesuatu yang tidak akan pernah bisa dilakukan oleh para ilmuwan sekalipun: Kita memasukkan sesuatu yang sudah mati ke dalam tubuh kita dan memberi kehidupan kepada tubuh. Makanan menjadi bagian dari tubuh kita. Sering kali kesehatan kita tergantung pada apa yang kita makan. Ada kata-kata bijak lama yang berbunyi, "Anda adalah apa yang Anda makan."

Makanlah makanan bergizi, maka Anda akan menjadi sehat. Makanlah makanan tidak bergizi, maka Anda akan kekurangan gizi. Berilah makanan yang tepat kepada seorang pasien yang sakit karena kurang gizi, maka ia akan sembuh. Bila kita memiliki tugas berat, kita bisa mempersiapkan diri dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Mengetahui hal ini, Yesus memutuskan untuk memasukkan kuasa-Nya ke dalam roti dan menjadikannya santapan jiwa bagi para pengikut-Nya.

Sediakanlah waktu setiap hari dengan Dia yang merupakan Kebenaran. Dia akan memberi makan jiwa Anda, memurnikan hati, dan memperkuat karakter Anda.


Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com

20 Berkat



1. Mengapa saya berkata “Saya tidak bisa” jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)?

2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?

3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?

4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)?

5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)?

6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)?

7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)?

8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)?

9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)?

10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)?

11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ?

12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?

13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)?

14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ?

15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ?

16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ?

17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom 8:31) ?

18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12)

19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom 8:37)?

20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? ” Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah ! ” (Mazmur 46:11a)

APAKAH DOA MENGUBAH SESUATU ?


Mereka mengatakan bahwa doa mengubah sesuatu, tetapi apakah doa SUNGGUH dapat mengubah segala sesuatu ?
Ya! DOA SUNGGUH DAPAT MENGUBAH SEGALA SESUATU!

Apakah doa dapat mengubah suatu keadaan secara tiba-tiba ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah caramu memandang situasi tersebut!

Apakah doa mengubah kondisi keuanganmu dimasa depan?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kepada siapa engkau berharap untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari!

Apakah doa mengubah hati yang hancur atau tubuh yang rusak ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah sumber kekuatan dan sumber penghiburanmu!

Apakah doa mengubah apa yang kau butuhkan dan inginkan ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kebutuhanmu menjadi sesuai dengan keinginan Tuhan!

Apakah doa mengubah caramu melihat dunia?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah dengan mata siapa kau akan melihat dunia!

Apakah doa mengubah penyesalanmu di masa lalu?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah harapanmu di masa depan!

Apakah doa mengubah orang-orang disekitarmu ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubahmu-masalah tidak selalu terletak dalam diri orang-orang disekitarmu!

Apakah doa mengubah hidupmu dengan cara yang tidak dapat kau jelaskan?
Oh, ya, selalu! dan Doa akan benar- benar mengubah seluruh dirimu!


Apakah doa sungguh mengubah segala sesuatu ?
YA, doa sungguh mengubah segala sesuatu.


Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com


Soft Time


Setelah melakukan penelitian terhadap perilaku ribuan pengguna telepon genggam di salah satu kota di Amerika Serikat, Dr. James Katz, seorang profesor di bidang komunikasi di Rutgers University, menyimpulkan bahwa telepon genggam telah mengubah pembawaan cara berpikir seseorang terhadap waktu. Dalam sebuah penelitian, dikatakan bahwa Amerika Serikat kini hidup dalam "soft time" atau "waktu lunak".

Istilah "soft time" diciptakan sebagai gambaran pemikiran para pengguna telepon genggam di negara tersebut yang menelepon pada pukul 08:20 untuk mengatakan ia akan terlambat hadir dalam rapat yang diadakan pada pukul 08:30, datang pukul 08:45, dan menganggap dirinya tepat waktu karena ia telah menelepon sebelumnya.

Allah tidaklah seperti itu, Dia senantiasa tepat waktu. Mungkin ada diantara Anda yang berkata, "Jika Allah tepat waktu, mengapa tidak segera menghentikan peristiwa menyakitkan dalam hidup saya?" kenyataan yang Anda alami bukanlah kebenaran, tetapi hanya sebuah fakta. Alkitab dengan jelas menulis tentang bahwa Allah adalah Pribadi yang tepat waktu, "Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan (pada saat yang tepat) oleh Allah." (Roma 5:6).

Percayakanlah hidup Anda kepada Tuhan dan yakinlah bahwa rencana-Nya pasti terjadi dalam hidup kita sesuai dengan waktu yang telah Dia tetapkan.

Waktu Allah tidak akan pernah meleset dalam kehidupan kita, walaupun ada pihak-pihak lain yang ingin mengacaukannya.

Galatia 4:4
"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat."



Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com

MAINANNYA ATAU PEMBERINYA ?


Setiap kali saya bepergian jauh, anak-anak selalu ingin ikut. Saya kerap menolak permintaan itu dengan menjanjikan hadiah mainan ketika pulang. Tak heran jika setiap kali saya pulang dari bepergian, mereka hanya bertanya satu hal, “Mana mainannya?” Bahkan, mereka tidak peduli jika saya masih lelah setelah perjalanan. Mereka mau tas saya cepat-cepat dibongkar, supaya mereka segera menemukan mainan yang saya bawa untuk mereka. Mainan, bagi anak-anak saya, bahkan sejenak menjadi lebih penting daripada kehadiran saya.

Dalam peran sebagai anak di hadapan Allah, terkadang sikap kita juga tidak jauh berbeda dengan anak-anak saya. Kerap kita mencari Tuhan, hanya untuk mencari mainan dan “hadiah” dari-Nya. Kerap kita hanya butuh berkat dan jawaban dari Dia. Kita ingin Dia memberi penyelesaian atas pergumulan dan masalah kita. Mata kita hanya tertuju pada hadiah dan berkat atas pekerjaan, rumah tangga, kesehatan, uang, serta perwujudan hadiah Tuhan lainnya, yang pernah kita terima. Kita menyangka bahwa Tuhan hanya berperan menghadirkan apa-apa yang tampak itu.

Karena itulah pemazmur mengingatkan kita, bahwa pribadi Tuhan jauh melebihi apa pun. Kita memang perlu mengucap syukur ketika menyadari berkat-berkat- Nya bagi kita. Namun, semakin kita dewasa dalam Dia, maka kita akan lebih menikmati sukacita karena kehadiran-Nya, meski tanpa hadiah sekalipun. Dan kehadiran-Nya yang menjadi sandaran serta sumber pengharapan kita, sudah merupakan anugerah luar biasa. Hari ini, bersyukurlah bahwa Dia ada bersama kita. Dia yang tak ternilai harganya.


KEHADIRAN TUHAN JAUH MELEBIHI SEGALA PEMBERIAN


Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com

True Story ( Arthur Ashe )

Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; Amerika Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).

Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yg mengharuskannya menjalani operasi by pass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.

Seorang penggemar menulis surat padanya, "Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"

Ashe menjawab, "Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, di antaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5.000 mencapai turnamen grand slam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbledon, empat orang di semi final, dua orang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, 'Mengapa saya?' Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, 'Mengapa saya?'". 

Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan.

Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.

Namun Ashe, tidak demikian.tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup menekan berat. Ketika menerima sesuatu yang buruk ingatlah saat-saat ketika kita menerima yang baik.

Tetapi jawab Ayub, "...Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya." (Ayub 2:10)

Tuhan bisa menggunakan pengalaman hidup kita untuk melayani, memotivasi dan menginspirasi orang lain.

Kita tidak bisa hanya menerima sesuatu yang baik saja dari Tuhan tetapi juga kita harus bisa menerima apapun yang tidak pernah kita harapkan, ingatlah Tuhan tahu apa yang hendak Dia lakukan dalam hidup kita. Yoh 6:6 - Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab ia sendiri tahu, apa yang hendak di lakukan-Nya.

Sbab Dia bisa merenda hidup kita menjadi sebuah bangunan yang indah bagi kemuliaanNya.

FGBMFI

Kebetulan


Seorang kenalan menceritakan pengalamannya mencari rumah kontrakan. Sudah berminggu-minggu mencari, ia belum juga mendapatkannya. Padahal kebutuhan itu mendesak dan sudah menjadi prioritas doanya. Suatu saat, seorang kawan meminta bantuannya mengantarkan barang ke sebuah alamat. Ketika mengantar barang ke alamat yang dituju, ia melihat tanda “DIKONTRAKKAN” pada rumah di sebelah rumah tersebut. Begitulah ceritanya ia mengontrak rumah yang dihuninya sekarang. Sebuah kebetulan?

Bahasa Inggris menyebut “kebetulan” sebagai “coincidence”. Kata ini berasal dari dua kata: “co” (kerja sama) dan “incidence” (kejadian). Jadi, kurang lebih berarti ada dua atau lebih kejadian yang “bekerja sama” demi mencapai sebuah tujuan.Dalam bahasa sehari-hari kita menyebutnya “kebetulan”. Lida, Yope, dan Kaisarea letaknya berdekatan. Di masing-masing kota itu ada kejadian yang melibatkan Petrus. Kejadian-kejadian itu berurutan hingga sampai ke tujuan yang Tuhan rencanakan, yaitu pertemuan Petrus dengan Kornelius. Pertemuan itu adalah persiapan bagi pekabaran Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, oleh Paulus. Jadi, dalam pengaturan Tuhan, kejadian demi kejadian itu bekerja sama menggenapi rencana-Nya.


Tuhan adalah Perencana Agung. Setiap kejadian, baik atau buruk, ada dalam kendali-Nya. Semua bisa dipakai untuk melayani rencana-Nya yang mulia. Sebenarnya arti “kebetulan” bukan kejadian-kejadian yang tanpa sengaja bertemu, melainkan justru dengan sengaja dipertemukan agar “bekerja sama” demi melayani tujuan lebih besar yang Tuhan kehendaki. Demikian hendaknya kita memandang segala kejadian sehari-hari dengan iman.

APA YANG KITA KIRA SEBAGAI “KEBETULAN” TAK BERSENGAJA
ADALAH PENGATURAN TUHAN YANG BERSENGAJA

Penulis: Pipi Agus Dhali
|||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ ||||||

Oscar dan Razzie

Di Hollywood, ada penghargaan bidang perfilman, yaitu Piala Oscar untuk menghargai kinerja terbaik, ada pula piala Razzie untuk mengganjar kinerja terburuk. Pada Maret 2010, Sandra Bullock menjadi aktris pertama yang mendapatkan kedua piala itu pada tahun yang sama. Ia memperoleh Razzie sebagai aktris terburuk karena penampilannya di film All About Steve, lalu meraih Oscar sebagai aktris terbaik untuk perannya di The Blind Side. Sandra memajang kedua piala itu di rak yang sama di rumahnya. Ia menganggap piala Razzie sebagai penetral yang hebat. “Piala itu mengingatkan saya agar tidak membusungkan dada menyombongkan diri.”


Kehidupan iman Paulus melewati masa-masa cerah dan juga masa-masa suram. Menurut sejumlah penafsir, “seseorang” yang disebut Paulus pada ayat 2–5 itu tidak lain adalah dirinya sendiri. Ia menjalani suatu pengalaman rohani yang dahsyat, diangkat ke Firdaus, dan mendapatkan penyataan dan penglihatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Namun, selain pengalaman hebat itu, Tuhan juga memberinya pengalaman buruk. Tidak jelas benar apa yang dimaksudkan Paulus dengan duri dalam dagingnya itu. Yang jelas, duri itu suatu kelemahan yang mencegahnya agar tidak menyombongkan diri, tetapi malah mendorongnya bersandar pada anugerah Allah.

Adakah ”duri” yang terus mengganggu kita? Kita berusaha sekuat tenaga untuk menyingkirkannya, tetapi tidak berhasil juga. Mungkin Tuhan mengizinkannya untuk mengingatkan kita akan kemanusiaan dan kebutuhan kita akan anugerah-Nya. Seperti Paulus, kita dapat belajar menerimanya secara rela dan lapang dada.

DALAM KEMURAHAN ANUGERAH TUHAN
KELEMAHAN DAPAT BERUBAH MENJADI KEKUATAN


Penulis: Arie Saptaji
|||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ ||||||

KEHARMONISAN DI TEMPAT KERJA


Mungkin anda diperhadapkan pada suatu titik dimana anda berada pada sebuah perusahaan yang penuh dengan politik dan pertengkaran. Apa yang bisa anda lakukan sebagai orang baru di tempat kerja?

Memberi
Agar tercipta keharmonisan di tempat kerja, relakan diri untuk memberi. Hal ini bukan berarti seseorang harus mengalah. Lalu bagaimana anda memberi agar tercipta keharmonisan? Sangat mudah – ingat ini – mengalah, berserah dan mengeluarkan.

Mengalah
Selidiki diri anda guna melihat apakah anda bersikap keras didasarkan pada opini dan bukan prinsip. Belajar untuk mengalah. Ketika anda melakukannya, anda berusaha menciptakan harmoni di tempat kerja.

Berserah
Ambil kebiasaan buruk yang menciptakan ketegangan di tempat kerja. Apakah ada yang dapat anda serahkan agar tercipta harmoni? Upayakan sekarang. Hari ini ambil tindakan kecil agar memperoleh kebaikan bagi semua orang.

Melepaskan
Praktekkan dengan orang yang baru. Ucapkan salam “Selamat Pagi”, “Apa kabar?” atau “Anda hendak pergi ke lantai berapa?” adalah praktek untuk hal sederhana dalam melepaskan. Ketika anda melakukan hal ini sesering mungkin dengan teman anda, secara alami menciptakan perasaan sukacita.
Berikan senyuman dan salam, memberi tidak membuat kita menjadi miskin, tapi membuat kita kaya dalam hati kita. Hati yang kaya adalah memberi bantuan yakni menjangkau. Tak seorangpun dapat menyalahkan kita karena tidak mencobanya.

Apakah menciptakan keharmonisan di tempat kerja cukup sampai disini? Tidak, masih ada langkah selanjutnya. Bertindaklah sportif. Ketika anda melihat orang memberi, berikan semangat buat mereka. Ketika orang lain dapat merasakan kebaikan hati anda, mereka akan membalas. Tentu nanti ada orang yang mengekspoitasi dan memanfaatkan kesempatan ini. Sebagai saran – biarkan saja. Hanya pengemis yang meminta bukan memberi.
Anda kaya dan mampu untuk memberi. Memberi adalah peran anda menciptakan keharmonisan di tempat kerja.

Sumber: Career-Success-for-Newbies

MENJADI TANDA AJAIB


"Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit, sehingga hampir mati. Ia berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan berfirman kepadanya dan memberikannya suatu tanda ajaib." - 2 Tawarikh 32:24
Raja Hizkia menderita penyakit yang kian parah. Ia hampir mati. Sebagai seorang raja tentu ia dapat memperoleh pengobatan yang terbaik yang ada pada zaman itu. Dia bisa mendatangkan ahli pengobatan yang terbaik. Membeli obat yang paling mujarab. Sebagai raja, apa yang tidak bisa ia lakukan?
Tetapi meskipun Ia telah mencoba apapun di dalam batas kemampuannya, keadaannya tidak membaik malah kian memburuk. Tinggal satu hal yang dapat ia lakukan.
Merendahkan diri dan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Maka Hizkia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mendengar Hizkia dan memulihkan keadaannya. Ia menjadi tanda ajaib.
Apa artinya? Banyak orang tahu bahwa Hizkia sakit dan hampir mati. Rakyat tahu, pegawainya tahu, ajudannya tahu,
Istrinya tahu. Tiba-tiba suatu hari dia bangun dari sakitnya dan sembuh. Tentu mereka bertanya-tanya. 'Apa yang terjadi?' 'Mengapa bisa sepert itu?' Disinilah Hizkia menjadi tanda ajaib. Dia dapat bersaksi dan membawa orang lain datang kepada Tuhan.
Kalau Anda sedang mengalami goncangan dan telah mencoba apapun tapi tidak berhasil juga, kuncinya adalah merendahkan hati dan mengakui hanya Tuhan yang dapat memberikan pertolongan. Banyak berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala sesuatu.
Mujizat terjadi ketika kita mau merendah di hadapan Tuhan. Kita meninggikan Tuhan bukan diri kita sendiri. Kita mengakui Tuhan dalam segala perbuatan kita. Maka Tuhan akan memulihkan kita dan memultiplikasi segala berkat-Nya atas kita. Kemudian kita harus menyaksikan semua kebaikan Tuhan kepada orang lain. Jadilah saksi-Nya.

Hmminstry.com

7 KIAT BEKERJA DARI AMSAL SALOMO.

1. Andalkan Tuhan

Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." 

Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

2. Carilah pengetahuan

Amsal 19:2 berkata, "Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik ; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah". 
Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari. Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.

Amsal 19:20 menambahkan, "Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan."

3. Rajin dan cekatan

Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan dan kenaikan gaji.

Amsal 10:4 berkata, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya". 

Amsal 14:23"Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."

4.Berlakulah jujur dan benar

Amsal 16:8 berkata, "Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan".

Amsal 10:9 berkata, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui ".

Amsal 10:16 menambahkan, "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa." 

5.Jaga mulut

Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan Ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor.

Amsal 21:23 berkata, "Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran".

Amsal 10:19 menambahkan, "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." 

6. Sabar dan tenang

Amsal 16:32 berkata, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota".

Amsal 14:30 menambahkan, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."

7. Jangan ingin cepat kaya

Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah :
1. Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini;
2. Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa;
3. Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.

Amsal 10:22 berkata, "Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya," 

Amsal 13:11 menambahkan, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya."


Sumber : http://inspirasi-kristen.blogspot.com/2008/01/7-kiat-bekerja-dari-amsal-salomo.html